PALU – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Donggala kembali meluncurukan aksi perubahan inovasi dalam rangka menurunkan angka kematian ibu di Donggala. Program inovasi itu diberi nama ‘Temani’ yang merupakan akronim dari Teman Ibu.
Minggu (12/10/25), Dinkes Donggala menyelenggarakan desiminasi hasil pendampingan inovasi Temani di Aula Singgani Gedung Badan Pengembangan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sulawesi Tengah. Acara ini bertujuan untuk mempublikasikan hasil pendampingan kegiatan inovasi Temani kepada tenaga kesehatan dari puskesmas dan rumah sakit di donggala.
Inovasi Temani bertujuan menyediakan model pendampingan yang sistematis dan berkelanjutan bagi ibu hamil berisiko tinggi. Pendampingan dilaksanakan dengan memperkuat peran tenaga kesehatan, mengintegrasikan sistem pemantauan sederhana, dan mempercepat respons terhadap risiko kehamilan.
Diharapkan, proyek ini dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan ibu serta menjadi kontribusi nyata dalam menurunkan angka kematian ibu di Kabupaten Donggala melalui birokrasi yang responsif dan berorientasi hasil.
Terkait hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Kesehatan Donggala, dr Syahriar MKes mengungkapkan, pelaksanaan inovasi Temani sebagai strategi pendampingan ibu hamil berisiko tinggi menjadi salah satu bentuk transformasi pelayanan publik di bidang kesehatan yang membutuhkan sinergi antara berbagai pihak.
“Dinas Kesehatan Kabupaten Donggala berperan sebagai koordinator utama dalam memastikan implementasi inovasi Temani berjalan terarah, terstandar, dan terintegrasi dengan sistem pelayanan kesehatan yang ada,” jelas Syahriar.
Kepala Dinas yang akrab disapa dokter Riar ini juga menjelaskan, Dinas Kesehatan akan memberikan pendampingan teknis dan supervisi kepada puskesmas dan fasilitas layanan kesehatan lainnya dalam mengimplementasikan mekanisme pendampingan berbasis risiko, Serta menyediakan panduan teknis pelaksanaan inovasi Temani agar dapat digunakan secara optimal di lapangan.
“Koordinasi juga akan dilakukan secara berkala dengan lintas sektor. Seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Sosial, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Kementerian Agama, TP-PKK dan instansi pemerintah desa guna memastikan keterpaduan data dan dukungan operasional terhadap program,” sebut mantan Direktur RS Kabelota ini.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Donggala, Ilham SKM MKes sebagai pimpinan aksi perubahan inovasi Temani memaparkan, area perubahan dalam road map reformasi birokrasi tahun 2020–2024. Maka fokus upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) di Kabupaten Donggala tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan semata, tetapi juga merupakan tanggung jawab bersama lintas sektor, mulai dari fasilitas pelayanan kesehatan, perangkat daerah terkait, hingga peran aktif masyarakat.
Ilham menyebutkan, tujuan dari Inovasi Temani ada tiga. Pertama, mewujudkan penurunan angka kematian ibu. Kemudian meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan di fasilitas layanan primer (puskesmas dan klinik) dalam mendeteksi risiko tinggi pada ibu hamil melalui pelatihan dan sosialisasi program Temani pada 1 puskesmas lokus.
“Terakhir, implementasi program Temani pada wilayah pilot project diharapkan dapat menjadi instrumen efektif dalam memperkuat sistem pelayanan maternal dan menurunkan angka kematian ibu secara signifikan di Kabupaten Donggala,” sebut Ilham. (ujs)






