DONGGALA – Dinas Perikanan Kabupaten Donggala terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan produktivitas sektor perikanan budidaya.
Selain pendampingan teknis budidaya, para pembudidaya tambak kini didorong untuk menerapkan manajemen usaha sederhana guna memperkuat kelembagaan kelompok, meningkatkan efisiensi usaha, serta mendorong keberlanjutan produksi.
Langkah tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut arahan Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, yang menekankan pentingnya penguatan kapasitas pelaku usaha perikanan agar tidak hanya mampu meningkatkan produksi, tetapi juga memiliki kemampuan mengelola usaha secara profesional dan mandiri.
Kepala Dinas Perikanan Donggala, Ir. Ali Assegaf, S.Pi., M.H., mengatakan kelompok pembudidaya ikan diarahkan menerapkan sistem hamparan melalui mekanisme tebar benih dan panen secara bersama. Sistem tersebut diyakini dapat meningkatkan efisiensi usaha, mempermudah pengelolaan budidaya, serta memperkuat kerja sama antaranggota kelompok.
“Melalui pola ini, para pembudidaya dapat lebih mudah mengatur siklus produksi sekaligus memperkuat solidaritas dan kelembagaan kelompok,” ujarnya.
Selain itu, pembudidaya juga didorong menyusun kalender budidaya sederhana yang memuat pencatatan kondisi iklim dan musim. Data tersebut menjadi acuan dalam menentukan komoditas yang dibudidayakan, seperti udang pada musim kemarau dan bandeng pada musim hujan melalui penerapan pola polikultur.
Ali menjelaskan, kelompok pembudidaya juga diminta melakukan pencatatan sederhana terkait biaya produksi, hasil panen, hingga jadwal kegiatan budidaya. Menurutnya, administrasi usaha yang baik menjadi fondasi penting dalam pengembangan usaha perikanan budidaya.
“Melalui pencatatan yang tertata, kelompok pembudidaya diharapkan memiliki data usaha yang dapat dijadikan modal administrasi ketika mengembangkan unit usaha maupun mengakses pembiayaan atau kredit usaha di masa mendatang,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ali menegaskan bahwa program pendampingan dan bantuan sarana produksi yang diberikan kepada pembudidaya merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan visi Bupati Donggala untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui sektor perikanan yang produktif dan berdaya saing.
Sementara itu, Bupati Vera Elena Laruni menekankan bahwa pembangunan sektor perikanan tidak hanya berorientasi pada peningkatan hasil produksi, tetapi juga pada penguatan kapasitas sumber daya manusia dan tata kelola usaha masyarakat.
“Pembudidaya harus didorong menjadi pelaku usaha yang mandiri, mampu mengelola usahanya dengan baik, memiliki perencanaan yang jelas, dan siap berkembang. Dengan demikian, sektor perikanan dapat menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi masyarakat Donggala,” tegas Vera.
Dinas Perikanan Donggala optimistis berbagai program pendampingan yang dilakukan mampu meningkatkan produksi budidaya tambak pada tahun 2026. Sebelumnya, produksi perikanan budidaya Kabupaten Donggala pada tahun 2025 tercatat mencapai 23.752 ton.
Peningkatan produksi tersebut diharapkan dapat memperkuat kontribusi Kabupaten Donggala terhadap target nasional produksi perikanan budidaya yang ditetapkan sebesar 3 juta ton.
Untuk mendukung perluasan areal budidaya tambak, Dinas Perikanan Donggala juga berencana menempatkan alat berat anti rawa pada awal Juni mendatang. Kehadiran alat tersebut diharapkan dapat mempercepat pembukaan dan pengembangan kawasan tambak baru serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat pembudidaya di berbagai wilayah Kabupaten Donggala. (uj)




