PALU – Imelda Liliana Muhidin memaparkan sejumlah program strategis Pemerintah Kota (Pemkot) Palu saat menghadiri rapat koordinasi Evaluasi Pelaksanaan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia Tahun 2026 di Gedung Serbaguna Ahmad Hadie, Rabu (13/5/2026).
Rapat koordinasi tersebut menjadi forum evaluasi sekaligus penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mendukung implementasi Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.
Dalam paparannya, Imelda menjelaskan berbagai langkah dan inovasi yang dilakukan Pemerintah Kota Palu guna mendukung arah pembangunan nasional yang sejalan dengan visi Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI.
Salah satu fokus utama yang disampaikan yakni program penanggulangan kemiskinan. Menurut Imelda, Pemerintah Kota Palu terus memperkuat intervensi lintas sektor secara terintegrasi.
“Hingga saat ini terdapat 89 program yang terbagi dalam 103 kegiatan dan 151 subkegiatan,” ujar Imelda.
Ia menjelaskan, program tersebut didukung regulasi berupa satu peraturan daerah, empat peraturan wali kota, serta dua surat keputusan wali kota.
Untuk mendukung program penanggulangan kemiskinan, Pemerintah Kota Palu mengalokasikan anggaran sebesar Rp288,4 miliar pada tahun 2025. Dari jumlah tersebut, realisasi anggaran telah mencapai 90,61 persen atau sekitar Rp261,3 miliar.
Selain itu, Pemerintah Kota Palu juga menyatakan kesiapan mendukung Program Sekolah Rakyat yang menjadi prioritas nasional. Pemkot Palu telah mengusulkan lahan seluas 8,9 hektare di wilayah Duyu sebagai lokasi pembangunan sekolah rakyat.
“Lokasi tersebut telah kami usulkan untuk mendukung program sekolah rakyat,” katanya.
Di sektor perumahan, melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Pemerintah Kota Palu menjalankan Program Bedah Rumah sebagai bagian dari dukungan terhadap program pembangunan tiga juta rumah.
Program tersebut menargetkan 349 rumah penerima manfaat. Hingga saat ini, sebanyak 168 unit rumah telah direalisasikan dengan nilai bantuan Rp20 juta per unit
Sementara pada sektor ketahanan pangan, Pemerintah Kota Palu memperkuat pengelolaan lahan dan tanaman pangan melalui program pengadaan, pengelolaan, dan pemanfaatan lahan. Pada 2025, program tersebut terealisasi 100 persen dengan dukungan anggaran sebesar Rp150 juta.
Atas inovasi di bidang pangan, Kota Palu meraih Juara II Kota Pangan tingkat internasional tahun 2025 melalui inovasi “Palu Pangan”.
Dalam kesempatan itu, Imelda juga memperkenalkan sejumlah inovasi digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kota Palu. Salah satunya aplikasi “Sangu Palu” yang menghadirkan delapan layanan publik terintegrasi. (uj)




