DONGGALA – Warga Dusun III Baturoko, Desa Lalombi, Kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggala, menggelar aksi protes terkait krisis air bersih yang tak kunjung terselesaikan, Senin (27/4/26).
Aksi dipusatkan di kantor desa dengan membawa sejumlah tandon air yang selama ini tidak berfungsi. Tandon tersebut dikembalikan sebagai bentuk kekecewaan warga terhadap proyek penyediaan air bersih yang dinilai tidak memberikan manfaat.
Masyarakat menilai pembangunan sarana air bersih yang dianggarkan sejak 2024 sebesar Rp60 juta belum berjalan sesuai harapan. Hingga kini, air belum mengalir ke rumah warga, sementara tandon yang telah dibangun hanya dalam kondisi kosong dan tersebar di beberapa titik di Dusun III Baturoko.
Koordinator aksi, Fahmid, mengatakan warga sudah terlalu lama menunggu realisasi program tersebut. Namun, hingga saat ini masyarakat masih harus memenuhi kebutuhan air secara mandiri.
“Kami meminta pemenuhan akses air bersih yang layak serta evaluasi terhadap semua pihak yang terlibat dalam pembangunan ini. Anggaran sudah ada, tetapi hasilnya tidak dirasakan masyarakat,” ujar Fahmid.
Ia juga menyoroti respons pemerintah desa yang dinilai lamban dalam menanggapi keluhan warga. Menurutnya, undangan rapat terkait persoalan air bersih baru disampaikan setelah warga berencana melakukan aksi protes.
“Sebenarnya kami seperti diadu domba. Setelah masyarakat melakukan aksi, barulah pemerintah desa menyebarkan undangan rapat pada hari yang sama,” katanya.
Warga mempertanyakan mengapa pemerintah desa tidak segera mengambil langkah atau memberikan penjelasan sebelum aksi direncanakan. Mereka berharap persoalan ini segera ditangani mengingat air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting bagi kehidupan sehari-hari.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pemerintah desa belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan warga maupun kondisi proyek air bersih tersebut. (uj)




