DONGGALA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Donggala di bawah kepemimpinan Bupati Vera Elena Laruni, SE terus mempercepat pemulihan sektor perikanan budidaya yang terdampak banjir akibat curah hujan tinggi. Melalui Dinas Perikanan Kabupaten Donggala, pemerintah daerah menyalurkan bantuan 117.720 ekor benih udang vaname dan 2,5 ton pakan udang kepada pembudidaya tambak di Desa Siboang, Kecamatan Sojol.

Bantuan tersebut diberikan kepada kelompok pembudidaya tambak udang tradisional yang terdampak banjir hingga menyebabkan kerusakan tambak dan terhentinya aktivitas produksi.

Bupati Donggala Vera Elena Laruni mengatakan sektor perikanan budidaya merupakan salah satu penopang utama perekonomian masyarakat pesisir yang harus segera dipulihkan pascabencana.

“Pemulihan ekonomi masyarakat menjadi prioritas pemerintah daerah. Kami ingin memastikan para pembudidaya tambak yang terdampak banjir dapat kembali berproduksi sehingga roda ekonomi masyarakat tetap berjalan,” ujar Vera.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Donggala, Ir. Ali Assegaf, S.Pi., M.H., menjelaskan bahwa bantuan benih dan pakan merupakan bagian dari program percepatan pemulihan usaha budidaya tambak sekaligus upaya meningkatkan produksi perikanan budidaya daerah.

Menurutnya, kelompok penerima bantuan merupakan pembudidaya tambak tradisional yang tergabung dalam kelompok pembudidaya ikan dan mengalami kerugian akibat kerusakan tambak pascabanjir.

“Bantuan ini tidak hanya berupa sarana produksi budidaya, tetapi juga disertai pendampingan teknis dan penguatan kelembagaan kelompok agar usaha budidaya yang dijalankan lebih efektif, produktif, dan berkelanjutan,” jelas Ali Assegaf.

Ia menambahkan, Dinas Perikanan akan mendampingi kelompok pembudidaya melalui penerapan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB), mulai dari perbaikan konstruksi tambak, pengelolaan kualitas air, pengolahan dasar tambak, penggunaan benih berkualitas, hingga manajemen pemberian pakan yang efisien.

Pendampingan juga mencakup penerapan manajemen usaha sederhana. Kelompok pembudidaya akan didorong untuk menerapkan sistem tebar dan panen bersama, menyusun kalender budidaya berdasarkan kondisi musim, serta melakukan pencatatan biaya produksi, hasil panen, dan jadwal kegiatan usaha.

“Melalui pencatatan usaha yang baik, kelompok pembudidaya memiliki data yang dapat digunakan untuk pengembangan usaha dan menjadi dasar dalam mengakses pembiayaan atau kredit usaha di masa mendatang,” tambahnya.

Selain bantuan benih dan pakan, Pemerintah Kabupaten Donggala juga menyiapkan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas produksi budidaya tambak. Pada awal Juni 2026, Dinas Perikanan akan menempatkan alat berat khusus kawasan rawa dan tambak guna mendukung perluasan areal budidaya serta rehabilitasi lahan tambak masyarakat.

Program tersebut menjadi salah satu terobosan yang diinisiasi Bupati Vera Elena Laruni untuk mempercepat pengembangan kawasan budidaya tambak dan membuka akses pelayanan yang lebih mudah bagi para pembudidaya.

Kepala Dinas Perikanan, Ali Assegaf, menegaskan bahwa kehadiran alat berat akan sangat membantu masyarakat dalam melakukan pembukaan dan penataan lahan budidaya yang selama ini terkendala keterbatasan sarana.

“Penempatan alat berat ini merupakan bentuk dukungan nyata pemerintah daerah kepada pembudidaya. Selain mempercepat rehabilitasi tambak yang rusak, alat berat juga akan dimanfaatkan untuk perluasan areal budidaya sehingga kapasitas produksi tambak masyarakat dapat meningkat secara signifikan,” tegasnya.

Bupati Vera Elena Laruni optimistis berbagai program yang dijalankan akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan produksi perikanan budidaya Kabupaten Donggala.

Pada tahun 2025, produksi perikanan budidaya Kabupaten Donggala tercatat mencapai 23.752 ton. Melalui dukungan bantuan sarana produksi, pendampingan teknis, penguatan kelembagaan kelompok, serta program perluasan areal tambak dengan dukungan alat berat, Pemerintah Kabupaten Donggala menargetkan produksi perikanan budidaya terus meningkat pada tahun 2026 sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian target produksi perikanan budidaya nasional sebesar 3 juta ton. (uj)