PALU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Donggala melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa kembali menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) penguatan kelembagaan desa dan sistem keuangan desa (Siskudes), Kamis (10/10/24). Bimtek ini diikuti seluruh operator Siskudes dan Kaur Keuangan desa se Kabupaten Donggala.
Pj Bupati Donggala Moh Rifani yang membuka kegiatan Bimtek tersebut mengingatkan kepada para operator maupun bendahara agar berhati-hati dalam mengelola keuangan desa.
Rifani menekankan, setiap kegiatan yang dilaksanakan di Desa harus melalui tahapan perencanaan. Sebab kegiatan yang dilaksanakan tanpa perencanaan hanya akan menimbulkan masalah.
“Jangan sampai tidak pernah direncanakan tiba-tiba kegiatannya muncul. Ini berbahaya. Saya ingatkan kepada kita semua untuk berhati-hati dalam mengelola keuangan desa,” sebut Bupati.
Rifani mengatakan, berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 20 tahun 2018, disebutkan bahwa keuangan desa dikelola berdasarkan asas transparan, akuntabel dan partisipatif.
Transparan kata Bupati, merupakan prinsip keterbukaan yang memungkinkan masyarakat untuk mengetahui dan mendapatkan akses informasi mengenai keuangan desa.
“Sedangkan Akuntabel merupakan prinsip dimana pengelolaan keuangan desa harus dapat dipertanggungjawabkan secara legal,” jelas Bupati.
Kemudian lanjut Bupati, asas partisipatif merupakan prinsip yang memberikan akses kepada masyarakat untuk terlibat dalam pengelolaan keuangan desa. Kata Rifani, Masyarakat harus dilibatkan dalam perencanaan pembangunan di desa.
“Melalui kegiatan Bimtek ini diharapkan dapat menyatukan pemahaman kita tentang pembangunan desa dengan asas-asas yang berdasarkan ketentuan,” tandas Bupati.
Sementara itu Kepala Dinas PMD, Fauziah SPd MSi menyebutkan, kegiatan Bimtek diikuti 316 orang dari 158 Desa di Kabupaten Donggala dan terbagi menjadi tiga gelombang.
Melalui Bimtek itu diharapkan para Kaur Keuangan maupun operator Siskudes dapat memahami dan menjalankan pengelolaan keuangan desa yang transparan, akuntabel dan partisipatif. “Serta tertib dan disiplin,” tambah Fauziah. (uj/ctz)




