DONGGALA – Penanganan stunting di Kabupaten Donggala semakin baik atau dalam posisi on the track. Hal ini dapat di lihat dari hasil pengukuran melalui aplikasi Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM).
Pada akhir triwulan II, angka menunjukkan jumlah bayi dan balita stunting di kabupaten Donggala sebesar 18,1 persen.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Donggala, Ilham SKM MKes mengatakan, capaian tersebut menunjukkan kemajuan signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Namun, Ilham menekankan perlunya upaya berkelanjutan dalam peningkatan gizi masyarakat. Salah satunya Meningkatkan literasi masyarakat tentang pentingnya Tablet Tambah Darah (TTD) bagi temaja putri.
Disamping itu, Pentingnya penguatan koordinasi seluruh pihak untuk terus meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
Ilham mengatakan, saat ini masih ada masalah yang dihadapi. Misalnya belum optimalnya koordinasi penyelenggaraan intervensi gizi spesifik dan sensitif.
“Termasuk belum efektifnya pengalokasian dan pemanfaatan sumber daya dan sumber dana,” sebut Ilham.
Namun Pemkab memiliki alternatif pemecah masalah. Diantaranya meningkatkan promosi upaya pencegahan stunting oleh stakeholder terkait dalam setiap acara kedinasan.
Meningkatkan koordinasi perangkat daerah yang lebih intensif terkait intervensi spesifik dan sensitif dalam pencegahan dan penurunan stunting.
“Termasuk pengalokasian dana dalam dokumen perencanaan perangkat daerah serta minatkan CSR dalam pencegahan dan penurunan stunting,” jelasnya.
Ilham berharap, angka stunting tahun 2025 akan terus menurun sesuai target sebesar 18,8 persen. (uj)




