DONGGALA – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Donggala, dr Syahriar, menyebutkan, penurunan stunting harus dilakukan dengan intervensi secara konvergensi. 

Intervensi konvergensi sendiri merupakan pendekatan terpadu dan terkoordinasi untuk mengatasi stunting, dengan melibatkan berbagai sektor dan program yang saling terkait.

Menurut Syahriar, penurunan stunting dilakukan dengan dua metode pendekatan. Intervensi secara spesifik dan intervensi secara sensitif. 

“Intervensi spesifik berfokus pada tindakan langsung yang terkait dengan gizi dan kesehatan. Contohnya seperti pemberian makanan tambahan, suplementasi vitamin, dan pemantauan pertumbuhan anak,” sebut Syahriar.

Sementara intervensi sensitif lanjut Syahriar, mencakup upaya yang lebih luas. Termasuk peningkatan akses air bersih, sanitasi, pelayanan kesehatan, dan edukasi gizi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pola asuh yang baik. 

“Intervensi secara spesifik ini berkontribusi sebesar 30 persen terhadap upaya penurunan stunting. Sedangkan intervensi sensitif sebesar 70 persen,” jelas Syahriar. 

Syahriar menambahkan, intervensi terhadap penurunan stunting di Donggala akan terus dilakukan secara bersama-sama. Pendekatan terpadu dan terkoordinasi menjadi kunci suksesnya penurunan stunting di Kabupaten Donggala. (uj)