DONGGALA – PT Bosowa Tambang Indonesia tak menghadiri undangan Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dilayangkan DPRD Donggala perihal peristiwa longsor yang terjadi di perusahaan tambang galian C tersebut.

RDP yang dijadwalkan pada pukul 14.00 terpaksa molor karena menunggu pihak PT Bosowa yang tak kunjung hadir.

Sekira pukul 15.05, ketua Komisi 3 DPRD Donggala, Sudirman SE kembali menanyakan keberadaan pihak perusahaan yang disebut bakal hadir dalam RDP.

“Hadirin rapat mohon dihubungi pihak perusahaan sudah sampai di mana,” tanya Sudirman.

Pertanyaan ketua PKB Donggala ini langsung dijawab oleh Kepala Desa Loli Saluran, Agus Priyono. Ia mengatakan, utusan pihak perusahaan sedang dalam perjalanan menuju kantor DPRD Donggala.

“Tadi saya telpon katanya sudah sampai di Loli Dondo pak. Mungkin sudah dekat,” ucapnya.

Tak berselang lama, pimpinan rapat akhirnya memulai RDP tanpa kehadiran dari pihak perusahaan. Hingga RDP selesai, pihak perusahaan tak kunjung datang.

Sikap perusahaan mendapat sorotan dari sejumlah pihak. PT Bosowa dinilai tak menghargai lembaga sekelas DPRD yang terkesan ‘pandang enteng’.

“Mereka diundang, katanya mau hadir. Ternyata sampai RDP selesai mereka tidak hadir. Sikap perusahaan ini terkesan seperti pandang enteng,” ujar Heri salah seorang pemuda di Donggala yang turut memantau RDP.

Sementara itu Kepala Teknik Tambang (KTT) PT Bosowa, Ali Husni mengaku tak tahu jika ada RDP dengan DPRD Donggala. Ia mengatakan, ada surat dari DPRD Donggala masuk ke perusahaan namun bukan undangan RDP.

“Baru kemarin sore saya terima. Tapi tahun 2024. Salah undangannya pak. Miss komunikasi semua ini,” jawabnya.


Ali Husni menyebutkan, hingga Selasa malam, dirinya tak menerima surat apapun selain surat yang berisikan undangan paripurna tertanggal 01 November 2024.

Saat ditanya siapa pihak perusahaan yang disebut sudah dalam perjalanan menuju kantor DPRD, Ali Husni mengatakan, akan melakukan komunikasi dengan pihak terkait.

“Saya komunikasikan dulu besok,” sebutnya lagi.
(ujs)