DONGGALA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Donggala menggelar pelatihan penyegaran mikroskopis malaria bagi tenaga Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM). Pelatihan ini diikuti masing-masing satu orang dari perwakilan Rumah Sakit dan Puskesmas se Kabupaten Donggala.
Pelatihan yang digelar di UPT Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes), Senin (23/6/25) tersebut akan berlangsung selama 6 hari kedepan.
Kepala Dinas Kesehatan Donggala, dr Syahriar MKes mengatakan, kualitas pelayanan laboratorium malaria sangat diperlukan dalam menegakan diagnosis.
Menurut Syahriar, diagnosis juga sangat bergantung pada kompetensi dan kinerja petugas laboratorium di setiap jenjang fasilitas pelayanan kesehatan.
Menurut Syahriar, Penguatan laboratorium pemeriksaan malaria yang berkualitas perlu dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan.
“Maka pelatihan penyegaran mikroskopis seperti ini sangat perlu dilakukan untuk terus mengasah kemampuan para tenaga ATLM baik di puskesmas maupun di Rumah Sakit,” jelas Syahriar.
Syahriar menyebutkan, malaria merupakan penyakit yang dapat mengakibatkan kematian jika tidak diobati dan ditangani dengan baik. Kasus kematian akibat malaria secara keseluruhan di indoensia memang menurun. Saat ini kasus kematian tertinggi akibat malaria terjadi di wilayah Papua.
Syahriar mengatakan, salah satu kebijakan program pengendalian malaria untuk mencapai tujuan eleminasi malaria di indonesia adalah, semua penderita malaria klinis yang ditemukan harus dilakukan diagnosis atau konfirmasi secara mikroskopis.
Syahriar beeharap, seluruh tenaga ATLM di puskesmas dan rumah sakit dapat mengikuti pelatihan dengan serius.
“Saya berharap, apa yang anda dapatkan dalam pelatihan ini dapat diimpelementasikan dengan baik di tempat kerja,” tandas Syahriar. (uj)




