DONGGALA – Puluhan Tenaga Kesehatan (Nakes) yang bertugas di Puskesmas mengikuti pelatihan pengelola imunisasi. Pelatihan yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Donggala itu akan berlangsung selama 5 hari.
Senin (16/6/25), Kepala Dinkes Donggala, dr Syahriar MKes membuka kegiatan pelatihan yang berlangsung di UPT Balai Pendidikan dan Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) tersebut. Mantan Direktur RS Kabelota itu juga memberikan materi yang berkaitan dengan penyelenggaraan imunisasi di Puskesmas.
dr Syahriar mengatakan, imunisasi adalah upaya untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit. Pemberian imunisasi merupakan upaya kesehatan masyarakat yang terbukti paling cost effective.
“Imunisasi tidak hanya melindungi seseorang, tapi juga memberikan perlindungan terhadap komunitas masyarakat atau yang disebut dengan herd immunity,” jelas dr Syahriar.
Menurut dr Syahriar, penyelenggaraan program imunisasi harus memenuhi kualifikasi dan kompetensi tertentu yang diperoleh dari pendidikan dan pelatihan. Keterampilan pengelola program imunisasi dalam merencanakan, melaksanakan, dan memonitor kegiatan-kegiatan imunisasi sangat diperlukan.
“Pelatihan merupakan salah satu upaya meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan petugas pengelola imunisasi dalam rangka meningkatkan kinerja dan kualitas petugas,” sebut Syahriar.
Di tempat yang sama, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Haerun SKM, mengatakan, penyelenggaraan imunisasi secara nasional diperlukan kompetensi sumber daya manusia yang mempu mengelola program imunisasi dengan baik.
Pengelola imunisasi juga harus dapat mengenal dan menemukan permasalahan program, memberikan solusi, menduskusikan dengan para pihak serta mengimplementasikan jalan keluar.
“Oleh seba itu dipandang perlu dilaksanakan pelatihan bagi tenaga pengelola program imunisasi puskesmas,” jelas Haerun.
Setelah dilakukan pelatihan, peserta diharapkan mampu menjelaskan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD31). Termasuk menyusun mikroplanning imunisasi, melakukan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) dalam pemberdayaan masyarakat mendukung program imunisasi.
“Peserta juga diharapkan mampu melakukan pencatatan pelaporan pelaksanaan program imunisasi. Melakukan monitoring dan evaluasi program imunisasi, serta melakukan surveilans kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI),” tandas Haerun.
Sekedar diketahui, pelatihan ini diikuti tenaga pengelola imunisasi puskesmas sebanyak 17 orang dan tenaga kengelola vaksin sebanyak 13 orang. Kegitan akan berlangsung sejak Senin hingga Jumat 20 Juni mendatang. (uj)




