DONGGALA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Donggala melalui Dinas Perikanan terus mengoptimalkan upaya penanganan stunting dengan menggelar aksi konvergensi pelayanan bagi keluarga risiko stunting di Kecamatan Banawa. 

Program tersebut dipusatkan di Kelurahan Gunung Bale dan Kelurahan Maleni dengan melibatkan berbagai instansi terkait.

Kegiatan menyasar 75 kepala keluarga di Kelurahan Gunung Bale dan 117 kepala keluarga di Kelurahan Maleni. 

Data penerima bantuan diperoleh dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan P2KB, kemudian dipadukan dengan data keluarga miskin desil 1 dan desil 2 milik Bappeda Kabupaten Donggala agar bantuan yang disalurkan lebih tepat sasaran.

Melalui pola konvergensi tersebut, total sebanyak 191 kepala keluarga mendapatkan pelayanan sekaligus bantuan pangan berbasis perikanan.

Dalam pelaksanaannya, Dinas Perikanan menyalurkan bantuan ikan segar dan produk olahan hasil perikanan. Di Kelurahan Gunung Bale, bantuan yang diberikan berupa 225 kilogram ikan segar serta 150 kemasan abon dan stik ikan. 

Sedangkan di Kelurahan Maleni, bantuan yang disalurkan mencapai 350 kilogram ikan segar dan 234 kemasan produk olahan perikanan.

Program ini turut melibatkan sejumlah pihak, mulai dari Bappeda, pendamping P2KB tingkat kelurahan, Babinsa, Bhabinkamtibmas hingga tenaga kesehatan dari puskesmas setempat.

Dinas Perikanan Donggala menyebutkan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menurunkan angka keluarga risiko stunting sebesar 15,5 persen serta menekan angka kemiskinan desil 1 dan 2 sebesar 10,3 persen.

Selain penyaluran bantuan, masyarakat juga diberikan edukasi mengenai pentingnya konsumsi ikan sebagai sumber protein hewani dan omega-3 untuk mendukung tumbuh kembang anak serta kesehatan keluarga.

Pemerintah daerah menargetkan peningkatan konsumsi ikan masyarakat hingga mencapai 61,62 kilogram per kapita per tahun pada 2026.

Di sisi lain, warga penerima bantuan juga diperkenalkan dengan pemanfaatan lahan pekarangan melalui konsep ekonomi sirkular berbasis perikanan. 

Salah satu yang didorong adalah budidaya udang vaname menggunakan sistem budikdamber sebagai alternatif usaha rumah tangga.

Program tersebut dinilai memiliki potensi besar karena Kabupaten Donggala telah memiliki dukungan sektor hulu, seperti ketersediaan benih udang vaname dari Towale Limboro Prima Sulawesi dan benih ikan nila dari Balai Benih Ikan (BBI) Rano.

Dengan pendekatan itu, pemerintah berharap masyarakat tidak hanya memperoleh manfaat dari sisi pemenuhan gizi, tetapi juga memiliki peluang meningkatkan pendapatan keluarga melalui usaha perikanan skala rumah tangga. (uj)