DONGGALA – Ratusan masyarakat dari Desa Lero dan Lero Tatari melakukan aksi unjuk rasa di depan pintu masuk PLTU Palu 3 di Desa Lero, Kamis (21/8/25). Masyarakat menuntut ketidakadilan yang dilakukan oleh pihak PLTU selama beroperasi di Lero. 

Ada 4 poin tuntutan yang disuarakan oleh aliansi masyarakat Desa Lero dan Lero Tatari dalam alsi unjuk rasa tersebut. 

Pertama soal dampak lingkungan. Masyarakat menuntut pihak perusahaan untuk membuka kembali analisis dampak lingkungan akibat dari aktivitas perusahaan selama beroperasi. 

Ditemukan bahwa Intake air di dekat pantai dalam kondisi berbusa. Limbah B3 dibuang ke got area WTP. 

Terkait dengan debu batu bara, harap perusahaan melakukan pengelolaan

dengan baik, agar tidak menimbulkan permasalahan kesehatan bagi warga.

Khususnya nelayan. 

Kemudian tuntutan kedua berkaitan dengan rekruitmen tenaga kerja. Pihak perusahaan disebut melakukan rekrutmen tenaga kerja secara sepihak dan tidak melibatkan masyarakat lokal.

Tuntutan ketiga berkaitan dengan Jaminan K3. Pihak Perusahaan yang telah beroperasi selama 6 tahun tidak pernah memberikan

jaminan kesehatan dan kecelakaan kerja, yakni pemberian BPJS ketenagakerjaan kepada karyawan. 

Dalam poin tuntutan kermpat, masyarakat menyoroti  tidak Adanya Pemberdayaan Masyarakat Lokal. Oleh sebab itu masuarakat Menuntut pihak perusahaan untuk memberdayakan masyarakat lokal melalui dana CSR.

Salah seorang koordinator Aksi, Abdul Fajran SSos, menyesalkan sikap perusahaan yang abai terhadap kewajibannya selama beroperasi. Sesuai denga. Rmpat poin tuntutan masyarakat. 

“Selama 6 tahun ini kami tidak menerima program CSR secara konkrit. Kami berharap Perusahaan yang akan melanjutkan pengoperasian PLTU ini dapat memberikan program CSR yang layak,” tegas Fajran. 

Hingha Siang ini, aksi unjuk rasa di sepan PLTU masih berlangsung. (uj)