DONGGALA – Tiga desa di Kecamatan Rio Pakava telah bersepakat akan menerapkan sanksi sosial kepada pengedar maupun pengguna narkoba di wilayah tersebut.

Tiga desa itu adalah Minti Makmur, Polanto Jaya dan Bukit Indah. Kesepakatan ini dilatar belakangi maraknya aksi kejahatan yang disebabkan oleh peredaran narkotika.

Jumat (14/2/25) kemarin, tiga desa dipimpin masing-masing kepala desa melakukan aksi damai penolakan terhadap peredaran narkoba di wilayah mereka. Aksi ini diikuti sejumlah masyarakat dan pelajar dari tiga desa.

Dalam orasinya, kepala Desa Minti Makmur, Kasnudin, menyampaikan sejumlah poin kesepakatan tiga desa. Dia menegaskan, desa Minti Makmur, Polanto Jaya dan Bukit Indah telah bersepakat akan menerapkan sanksi sosial terhadap pengguna maupuan pengedar narkoba.

Kasnudin menyebutkan, salah satu poin dalam kesepakatan itu adalah, pengguna narkoba yang tertangkap akan di arak keliling kampung hingga di usir dari kampung. Sementara pengedar juga akan diberi sanksi sosial berupa pengusiran dari kampung dan akan di serahkan kepada aparat penegak hukum.

Kasnudin mengungkapkan, aksi penolakan terhadap peredaran narkoba itu dilatarbelakangi karena maraknya aksi kejahatan khususnya pencurian yang dilakukan oleh anak-anak di bawah umur.

“Mirisnya, anak-anak di bawah umur ini masih berstatus pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) bahkan ada juga yang masih Sekolah Dasar (SD),” sebut Kasnudin.

Setelah ditelusuri, lanjut Kasnudin, ternyata motif dibalik pencurian itu untuk membeli sabu-sabu. Oleh sebab itu, Kasnudin mengajak seluruh masyarakat untuk sama-sama memerangi peredaran narkoba di Rio Pakava.

“Sungguh miris, ada yang mencuri ayam, ada yang mencuri sawit, ternyata untuk membeli sabu-sabu. Mari kita perangi narkoba di desa kita,” seru Kasnudin.

Senada dengan itu, Kepala Desa Polanto Jaya, Sutiman juga mengajak seluruh masyarakt untuk memerangi narkoba. Dia merasa prihatin dan kesal terhadap pelaku-pelaku yang sengaja ingin merusak generasi muda di Rio Pakava dengan narkoba.

“Kalau kita tidak perangi, bagaimana nasib anak-anak kita kedepan. Jadi mari satukan tekad kita perangi narkoba dari dajal-dajal yang sengaja ingin merusak desa kita,” tandas Sutiman. (ujs)