DONGGALA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Donggala melalui Dinas Perikanan memberikan pelatihan kepada nelayan di Desa Loli Oge tentang cara membuat perahu dari bahan Fiberglass. Terobosan baru dari Dinas Perikanan ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan di Kabupten Donggala.

Pelatihan pembuatan perahu dari bahan fiberglas tersebut dimulai sejak Rabu (2/10/24) kemarin. Sebelum memasuki tahapan praktek, nelayan terlebih dahulu dibekali teori cara pembuatan perahu dari bahan fiberglass. Mulai dari pengenalan semua bahan baku, alat yang digunakan hingga tata cara mencampur bahan.

Puluhan nelayan tampak antusias mendengarkan penjelasan dari instruktur. Pada pelatihan itu, nelayan mengikuti praktek pembuatan perahu dengan ukuran panjang 9 meter dengan lebar kurang dari satu meter. Sebelum masuk pada proses cetak, harus membuat molding atau mal terlebih dahulu.

Setelah itu, mal dibersihkan sembari menyiapkan bahan baku. Kemudian bahan baku seperti resin dan katalis dicampur sesuai takaran. Sebab jika takaran tidak seimbang, maka proses cetak akan gagal. Dalam proses praktek itu, Dinas Perikanan juga memberikan masker kepada nelayan  agar bahan kimia yang digunakan tak terhirup.

Praktek pelatihan pembuatan perahu ini disaksikan langsung oleh Kepala Dinas Perikanan Donggala, Ali Assegaf bersama Kepala Desa Loli Oge, Gatot.

Pada kesempatan itu, Gatot memberikan apresiasi kepada Dinas Perikanan yang telah merealisasikan pelatihan pembuatan perahu kepada tiga kelompok nelayan Loli Oge.

“Pelatihan seperti ini baru pertama kali dilaksanakan di Loli Oge. Semua bahan hingga instruktur di siapkan oleh Dinas Perikanan. Nelayan tinggal mengikuti praktek. Nelayan kami sangat bersyukur,” ungkap Gatot.

Gatot juga mengungkapkan alasan mengapa mengajukan proposal pelatihan pembuatan perahu dari Fiberglass. Sebab menurut Gatot, membuat perahu berbahan kayu lebih sulit karena terkendala dengan ketersediaan bahan baku. Sedangkan bahan baku fiberglass lebih mudah didapatkan.

“Bahan baku kayu sudah sangat terbatas. Pembuatan perahu dari bahan baku fiberglass lebih memudahkan nelayan untuk memiliki perahu sendiri,” terang Gatot.

Di tempat yang sama, Ali Assegaf mengatakan, terdapat puluhan rumah tangga nelayan di Desa Loli Oge yang belum tersentuh program pembangunan perikanan.

Oleh sebab itu, Dinas Perikanan juga akan fokus pada pemberian bantuan kepada nelayan di Loli Oge. Salah satu bentuk bantuan itu dengan memberikan pelatihan cara membuat perahu dari bahan diberglass.

Menurut Ali, nelayan perlu diberikan pengetahuan cara membuat perahu dari bahan fiber. Sebab beberapa tahun kedepan, perahu dari bahan kayu makin langka karena bahan baku yang semakin sulit didapatkan.

“Dinas Perikana mencoba memberikan edukasi kepada nelayan tentang tata cara membuat perahu tapi dari bahan fiberglass,” sebut Ali.

Keinginan besar Dinas Perikanan kedepan, para nelayan yang di berikan pelatihan tidak hanya sekedar penerima bantuan, tapi bisa membuat satu industri pencetakan perahu fiber skala rumah tangga atau industri untuk nelayan-nelayan kecil.

“Kita berharap melalui pelatihan ini, para nelayan bisa tahu tata cara pembuatan perahu dari fiberglass secara menyeluruh. Kita juga berharap kedepan mereka sudah mandiri untuk membuat perahu sendiri,” harap Ali.

Proses pembuatan perahu ini kembali berlanjut pada Kamis (3/10/24). Proses pencetakn sudah nyaris rampung, tinggal menunggu proses pengeringan. Sekedar diketahui, pelatihan pembuatan perahu itu berlangsung selama tiga hari sejak Rabu hingga Jumat (4/10/24). (uj)