DONGGALA – Bagunan baru pasar labean akan segera difungsikan pada awal tahun 2026. Pedagang diminta untuk bersiap-siap menempati pasar berstandar modern tersebut.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindag Donggala, Hj Syahria, mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Donggala melalui Dinas Perindag telah melakukan rapat dan koordinasi dengan asosiasi pedagang pasar labean serta pemerintah setempat.
Syahria mengungkapkan, pasar labean dibangun menggunakan dana Tugas Pembantuan (TP) dari Kementerian Perindustrian dan Perdagangan senilai Rp5 miliar lebih.
Syahria menepis isu bahwa pasar labean mangkrak. Ia menjelaskan, pasar itu belum difungsikan karena sarana pra sarana pendukung lainnya belum lengkap. Misalnya air dan listrik.
“Pembangunan pasar labean dari kemeterian tidak termasuk air dan listrik. Hanya bangunan saja. Sarana pendukung lainnya dibebankan ke Pemda,” ungkap kabid yang akrab disap Hj Ria ini.
Kini, kata Hj Ria, sarana pendukung seperti sumber air telah direalisasikan oleh Pemkab Donggala. Dengan tersedianya air, maka pasar labean dinilai sudah layak untuk ditempati oleh pedagang.
“Alhamdulilah kebutuhan air untuk pasar sudah ada,” ungkap Hj Ria.
Hj Ria menambahkan, Pemkab Donggala bersama asosiasi pedagang di pasar labean sudah mulai mengatur teknis penempatan pedagang di tempat yang baru.
“Semoga bangunan pasar yang baru ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh pedagang. Sambil menunggu anggaran untuk memenuhi kebutuhan pendukung lainnya,” tandas Hj Ria. (uj)




